
Membaca Angka Sebelum Menawar
Di Google Ads, Anda tidak membeli tayangan dengan harga tetap. Setiap kali seseorang mengetik di mesin pencari, diadakan lelang, dan Anda bersaing dengan pengiklan lain. Angka yang Anda pasang dalam lelang itulah yang menentukan hasil Anda.
Masalahnya, banyak pemilik usaha menganggap bid sebagai angka keberuntungan. Mereka memasang angka tinggi agar iklannya muncul, lalu keheranan karena biaya per pesanan jadi lebih besar daripada keuntungannya.
Sebenarnya ada urutan berpikir yang membuat penentuan bid jauh lebih sederhana. Mulai dari berapa Anda sanggup membayar per konversi, bukan dari berapa yang Anda sanggup bayar per klik. Dari angka itu, sisanya bisa dihitung.
Enam cara di bawah ini menyusun urutan tersebut, dari memahami istilah dasarnya sampai kebiasaan memeriksa biaya setiap minggu.
1. Pahami CPC, CPC Maks, dan CPC Rata-rata
Tiga istilah ini sering tertukar. CPC maks adalah batas tertinggi yang mau Anda bayar untuk satu klik. CPC rata-rata adalah hasil bagi antara total biaya klik dan jumlah klik yang didapat.
Perhatikan selisihnya. Kalau Anda memasang batas dua ribu per klik, hampir selalu Anda membayar lebih murah, karena lelang hanya menagih angka yang sekadar cukup untuk mengalahkan pesaing terdekat. Definisi resminya bisa Anda baca di bantuan Google Ads tentang biaya per klik rata-rata.
CPC rata-rata inilah angka yang perlu dipantau, bukan CPC maks. Batas maks hanya alat kendali. Yang menentukan untung atau rugi adalah rata-rata yang benar-benar Anda bayar.
Karena itu, jangan panik saat melihat batas maks yang tinggi. Periksa dulu apakah rata-ratanya masih di bawah batas untung usaha Anda.
Perlu dipahami juga bahwa CPC rata-rata bisa berbeda jauh antar perangkat dan antar lokasi. Penelusuran dari ponsel di kota besar biasanya bersaing lebih ketat daripada dari daerah lain, sehingga biaya rata-rata gabungan kadang menyembunyikan selisih yang besar. Periksa rincian ini sebelum menyimpulkan bahwa bid Anda sudah tepat.
Kalau setelah beberapa minggu biaya per klik masih jauh di atas batas, jangan menambah anggaran. Kembali ke kata kunci dan halaman tujuannya, karena memperbaiki keduanya menurunkan biaya tanpa perlu menambah dana.
Catat angkanya, lalu bandingkan dengan bulan sebelumnya sebelum mengambil keputusan apa pun.
2. Mulai dari Batas Biaya per Konversi
Sebelum menentukan bid, tentukan dulu berapa maksimal Anda mau membayar untuk satu pelanggan baru. Angka ini berasal dari margin per penjualan dikurangi target keuntungan yang ingin Anda jaga.
Misalnya satu penjualan memberi untung tiga ratus ribu, dan Anda ingin separuhnya tetap menjadi keuntungan bersih. Berarti batas biaya per pelanggan adalah seratus lima puluh ribu. Dari sana, bid dihitung mundur memakai perkiraan tingkat keberhasilan.
Kalau dari sepuluh klik biasanya lahir satu pembeli, maka batas biaya per klik adalah lima belas ribu. Angka ini yang menjadi patokan awal saat menyetel bid, bukan angka yang terasa enak disebutkan.
Cara berpikir ini yang membuat bid punya dasar. Tanpa angka batas, semua perubahan bid hanya menebak-nebak.
Kalau angka batas ini terasa terlalu kecil sehingga iklan nyaris tidak tayang, jangan langsung menaikkan bid melewati batas. Periksa dulu apakah tingkat keberhasilan dari klik ke pembelian bisa diperbaiki, misalnya dengan memilih kata kunci yang lebih spesifik atau memperbaiki halaman tujuannya. Menaikkan bid hanya menutupi masalah yang sebenarnya bisa diperbaiki.
Bandingkan juga bid antar kelompok pelanggan, kalau Anda menyasar beberapa area. Area dengan persaingan ringan biasanya memberi biaya lebih murah dengan hasil setara, sehingga bid di sana bisa dinaikkan untuk mengambil porsi yang lebih besar.
Periksa juga apakah ada kata kunci yang biayanya melonjak hanya pada jam tertentu.
3. Gunakan Patokan Industri sebagai Pembanding
Setiap industri punya rentang biaya klik yang berbeda. Kata kunci di bidang keuangan dan hukum jauh lebih mahal daripada di bidang perlengkapan rumah tangga. Membandingkan biaya Anda dengan patokan industri membantu Anda tahu apakah angkanya wajar.
Keyword Planner di dalam akun menampilkan perkiraan biaya untuk setiap kata kunci, sehingga Anda bisa mengira-ngira sebelum berbelanja. Alat itu memakai data lelang yang nyata, bukan tebakan.
Jangan memakai patokan luar negeri sebagai target, karena daya beli dan persaingan pasar lokal berbeda. Gunakan patokan itu hanya sebagai gambaran kasar, lalu sesuaikan dengan data akun Anda sendiri.
Setelah satu bulan berjalan, data akun sendiri jauh lebih akurat daripada patokan mana pun. Dari situ, perkiraan biaya bisa Anda perbarui dengan angka yang benar-benar terjadi.
Saat membandingkan patokan industri, perhatikan juga jenis layanannya. Usaha yang menjual produk fisik biasanya punya biaya klik lebih rendah daripada usaha jasa yang membutuhkan konsultasi, karena nilai transaksinya berbeda. Bandingkan dengan usaha yang benar-benar mirip, bukan dengan rata-rata seluruh industri.
Kalau biaya per klik stabil tetapi konversinya turun, penyebabnya biasanya bukan pada bid. Periksa halaman tujuannya, karena perubahan kecil di sana sering berpengaruh besar pada hasil akhir.
Angka konversi yang kecil sering membuat selisih biaya terlihat lebih besar daripada kenyataannya.
6 Jenis Kampanye Google Ads dan Fungsinya
4. Pilih Maximize Clicks saat Data Masih Sedikit
Untuk akun yang baru mulai, strategi perolehan klik sebanyak mungkin sering lebih tepat daripada strategi berbasis konversi. Tujuannya mengumpulkan data terlebih dahulu supaya sistem punya bahan untuk belajar.
Dengan strategi ini, Anda memasang anggaran harian, lalu sistem mengelola bid agar klik yang didapat maksimal dalam batas anggaran itu. Hasilnya bukan konversi terbaik, tetapi jumlah data yang cukup untuk mengambil keputusan.
Batasi juga dengan bid maks supaya biaya per klik tidak melonjak pada kata kunci yang sangat ketat persaingannya. Tanpa batas itu, seluruh anggaran harian bisa habis pada beberapa klik mahal di pagi hari.
Setelah konversi tercatat cukup banyak, barulah berpindah ke strategi berbasis hasil. Kalau Anda melompat ke sana terlalu cepat, hasilnya justru tidak stabil dan biayanya sulit dijelaskan.
Uji juga dengan batas bid yang berbeda untuk kata kunci yang paling penting. Beri batas lebih tinggi pada kata kunci yang sudah terbukti menghasilkan, dan batas lebih rendah pada kata kunci yang baru dicoba. Pembagian ini membuat anggaran bekerja lebih efisien daripada satu batas seragam untuk semuanya.
Setelah tiga bulan, Anda akan punya gambaran sendiri tentang bid yang pas untuk tiap kata kunci. Dari situ, penyesuaian bisa dilakukan cepat tanpa menghitung ulang dari awal.
Satu kata kunci yang dioptimalkan dengan benar bisa memperbaiki rata-rata seluruh akun.
5. Naikkan Bid saat Iklan Tidak Tayang
Salah satu tanda bid terlalu rendah adalah status yang menyebut iklan jarang tayang. Artinya, iklan Anda kalah dalam lelang untuk sebagian besar penelusuran yang seharusnya relevan.
Naikkan bid secara bertahap, misalnya sepuluh sampai dua puluh persen, lalu tunggu beberapa hari untuk melihat dampaknya. Cara ini membuat Anda tahu pada angka berapa iklan mulai tayang secara wajar.
Jangan naikkan sekaligus dalam jumlah besar, karena Anda akan melewati titik wajar tanpa menyadarinya. Akibatnya, biaya per klik melonjak jauh di atas batas untung, dan kerugiannya baru terlihat setelah beberapa hari.
Sebaliknya, kalau iklan tayang hampir selalu tetapi hasilnya tidak ada, masalahnya bukan di bid. Periksa kata kunci dan halaman tujuannya. Untuk memahami pola kebocoran anggaran seperti ini, baca kesalahan Google Ads yang bikin budget habis.
Kalau biaya per klik naik sementara tayangan tetap, periksa apakah kata kunci Anda mulai bersaing dengan istilah yang lebih umum. Kenaikan seperti ini sering berarti cakupan iklan melebar tanpa Anda sadari. Mengembalikan pencocokan ke frasa atau persis biasanya menurunkannya kembali.
Jangan bandingkan bid Anda dengan bid pesaing secara langsung. Yang perlu Anda tahu bukan berapa mereka membayar, melainkan pada angka berapa iklan Anda tayang cukup sering dan masih menghasilkan untung.
Bid yang stabil lebih mudah dinilai daripada bid yang berubah setiap kali Anda membuka akun.
6. Periksa CPC per Kata Kunci Setiap Minggu
Laporan di dalam akun bisa menampilkan biaya per klik untuk setiap kata kunci, bukan hanya rata-rata seluruh akun. Angka per kata kunci inilah yang menunjukkan dari mana uang Anda sebenarnya mengalir.
Biasanya pola yang muncul cukup jelas. Dua atau tiga kata kunci menghabiskan sebagian besar anggaran, sementara sisanya hanya mendapat sisa. Dari situ Anda bisa memutuskan mana yang layak diberi bid lebih tinggi.
Periksa juga keterkaitan antara biaya per klik dan jumlah konversi. Kata kunci dengan klik mahal tetapi tanpa konversi sebaiknya diturunkan bidnya atau dihentikan, bukan dipertahankan karena volumenya besar.
Bandingkan hasil mingguan itu dengan perkiraan anggaran bulanan yang sudah Anda tetapkan. Kalau biaya per klik naik terus sementara hasilnya tetap, berarti ada yang perlu diperbaiki pada iklan atau halaman tujuannya. Perbandingan angka resmi soal bid dan anggaran tersedia di bantuan Google Ads tentang bid dan budget.
Simpan catatan biaya per klik setiap minggu dalam satu lembar sederhana. Setelah dua atau tiga bulan, catatan itu menunjukkan musim naik turunnya persaingan di kata kunci Anda. Dari situ, Anda bisa mengatur ulang batas bid sebelum biayanya melonjak, bukan setelahnya.
Semua perubahan bid sebaiknya dicatat tanggalnya. Catatan itu yang nanti menjelaskan kenapa biaya berubah, sehingga Anda tidak menyalahkan faktor luar untuk hal yang sebenarnya Anda sendiri yang ubah.
Semua penyesuaian bid sebaiknya diuji dulu pada satu kampanye sebelum diterapkan ke semuanya.
Kesimpulan: Hitung Mundur dari Keuntungan
Menentukan bid pada dasarnya adalah menghitung mundur. Mulai dari keuntungan per penjualan, lanjut ke batas biaya per pelanggan, lalu ke batas biaya per klik. Semua bid yang Anda pasang seharusnya bisa dijelaskan dengan urutan itu.
Kalau ada bid yang tidak bisa Anda jelaskan asalnya, kemungkinan besar angka itu perlu ditinjau ulang. Bid yang baik bukan yang membuat iklan selalu muncul, melainkan yang menjaga biaya per hasil tetap di bawah batas untung.
Periksa angkanya setiap minggu, tetapi ubah setelannya secukupnya. Perubahan kecil yang konsisten lebih mudah dievaluasi daripada perubahan besar yang dilakukan sekaligus. Untuk memahami batas anggaran yang wajar, baca patokan budget iklan Google Ads yang sehat.
Setelah beberapa bulan, Anda akan punya angka sendiri yang jauh lebih akurat daripada patokan mana pun. Dari situ, keputusan bid bisa diambil cepat tanpa harus menghitung ulang dari awal.
Perlu layanan pembuatan web atau ingin diskusi digital marketing?
Konsultasikan kebutuhan infrastruktur digital bisnis anda secara langsung dengan pakarnya.